![]() | ||||
| Bulan Purnama |
Sambutan
EighTsuNiNtHesKy adalah sebuah NickName yang saya gunakan di Dunia Cyber
Dan blog eighTsuN bukan berisi tentang tutorial atau tips-trik yang sangat menarik, karena saya hanya seorang siswa SMK jurusan Teknik Komputer dan Jaringan dari SMK Negeri 1 Kota Mojokerto yang sedang dalam tahap Pemula di dunia IT. Dan Saat ini, saya sedang menempuh pendidikan di Perguruan Tinggi Universitas Borobudur Fakultas Ilmu Komputer Jurusan Sistem Informasi.
Dan Blog eighTsuNiNtHesKy hanya berisi tentang apa yang kupikirkan tentang dunia. Semoga apa yang kutulis disini bermanfaat dan dapat digunakan sebagai ajang diskusi bagi kita bersama
Purnama Menghenti
Diposkan oleh eighTsuN u-dHa PraTaMa di 22:03 Label: Kisah Selasa, 06 Desember 2011
Purnama, cahaya penuh yang bersinar mengisi kelam saat malam tiba, terkadang menjadi penghibur dalam keruwetan pikiran yang bercampuraduk dengan hal-hal yang kulalui disini. Kesukaanku terhadap bulatan bercahaya itu sudah lama kurasa, mungkin sejak 4 tahun yang lalu, ketika itu
saya sedang merindukan tempat kelahiranku di Papua sana, yah hanya keindahan purnama yang bisa mengobati rasa rinduku terhadap kampung halaman. Ya, kampung halaman meski sebenarnya saya bukanlah keturunan asli Papua namun disanalah tempatku kembali. Kota kelahiran, tempat yang ingin kupijaki kelak. Kerinduanku terhadap kota itu, dikarenakan keindahan tempatnya, dan mengingat masa-masa kecilku bersama Almarhum kakak sepupuku yang selalu menghabiskan waktu bersama dalam kebodohan anak berusia 8 tahun.
Begitu banyak kenangan indah, entah kegiatan bersama keluarga, panorama alam, semua hal-hal yang membuatku ingin segera kembali ke kota Mutiara Hitam. Ya, tempat itu kini bagai gudang para atlet nasional. Bisa dibilang, semua orang papua memiliki figur yang sangat kuat. Mereka telah terbiasa dengan sesuatu yang tidak nyaman, mereka memiliki nilai lebih dalam menjadi apapu. Salah satunya ketika mereka menjadi atlet nasional. Dengan kondisi fisik yang telah terbiasa tertempa, mereka memang senjata siap tempur, hanya membutuhkan sedikit polesan untuk menghaluskan diri mereka. Itulah para permata hitam dari timur Indonesia.
Kembali kepada masa kecilku, semua kenangan begitu indah. Dan mungkin, suatu saat lagi saya akan kembali kesana. Meski hanya beberapa hari karena Bapatua (Kakak tertua dari Ibu) memintaku untuk mengajarinya tentang Spesifikasi dan penggunanan Teknologi Komputer dan jaringan disana. Yah, akhirnya ilmu yang kupunya bisa membawaku untuk menebus rindu pada kota itu, kota kelahiranku, kota tempatku kembali, Kota Jayapura.






0 komentar:
Poskan Komentar